Yogyakarta si kota budaya dan kota pelajar. Apakah betul?
31 Maret 2007, kami kelompok perempuan bukan penyair, menyelenggarakan diskusi buku BIRU HITAM MERAH KESUMBA dan kumpul-kumpul dengan kawan di Yogyakarta. Acara di gelar di KINOKI Yogya (bukan bioskop bukan coffeeshop) dan di organize oleh ibu Sarie, Event Organizer kami dariKomunitas Gayam yang manis dan sangat baik hati. Bahkan saya dan Lulu dijemput di stasiun kereta oleh LO kami yang manis bernama Fe (aduh Fe kamu jangan ke Jakarta ya… banyak buaya!!!).
Acara di pandu oleh Rachel (putri dari Rendra) yang ternyata ceria lucu menggemaskan total dan di moderatori oleh Elida dari Kinoki si tomboy funky yang jago nyanyi. Pembukaan dibacakan beberapa puisi oleh Ibu Anggi, komunitas gay dan PSK dan seorang model jelita dari Yogya (aduh maap sudah lupa deh namanya). Sarie… bantuin dong.
Mas Landung membuka dengan sedikit pembahasan pendapat beliau soal buku. Saya cukup kaget karena mas Landung juga membahas para penulis kata pengantar di situ. Anyway, diskusi ternyata agak kurang cair dan respond dari penanya sangat sedikit. Sayang sekali. Untungnya Elida si manis berhasil menghidupkan keadaan dengan pertanyaan dan juga pancingan yang memikat diskusi lebih lanjutnya. Bahkan mas TS Pinang penyair apsas juga lagi kalem dan suaranya hilang (ada mba di sebelahnya jadi beliau agak kalem ehemm). Mana nih para budayawan dan pelajar yang biasanya heboh.
Diskusi buku kurang sip, tanpa pembacaan puisi. Lengkap dengan musik perkusi yang keren dari Komunitas Omah Panggung dan Jembe Merdeka, para pembaca beraksi, mulai dari Ibu Anggi darI Karta Pustaka, Komunitas Gay dan PSK, komunitas waria, mas Didi Nini Thowok yang di dakwa nyinden plus menari dg trance dan seru. Lalu ada Titarubi sahabat olin yang perupa tapi mendadak jadi penyair, Naomi Srikandi (adik Rachel), Elida Kinoki si penyanyi blues, mas LAndung (tentu saja), Marzuki si rapper Yogya dan seorang cowok lucu yang baca puisi dari balik tiker (malu ya mas).
Terimakasih buat mba Sarie, Fe, Thomas, Elida, Fani Kinoki, mas Landung, Mas Didik, komunitas yang telah membantu kami dan kegiatan ini di Yogya. Ayo YOGYA… semangat dong… jangan lemot hehehe.
Olin