Kelompok Perempuan Bukan Penyair

Setelah kurang lebih delapan belas bulan dan pertumpahan energi yang besar, proses penerbitan antologi BIRU HITAM MERAH KESUMBA (penerbitan pertama Perempuan Bukan Penyair) akhirnya mencapai titik terang menuju penyelesaian. Kami membutuhkan delapan belas bulan –yang menurut kami terlalu lama untuk menerbitkan sebuah buku yang materinya sudah 90% ready- selain karena kesibukan pekerjaan masing-masing, Lulu Ratna yang seorang aktifis Film Pendek Indonesia dan Boemboe, Oppie Andaresta sang penyanyi, Vivian Idris dari Aksara Records/Bookstore/Kalyanashira dan Olin Monteiro yang kerja di GEF SGP plus sebagai relawan di P3i dan RAGAM; juga karena kami semua adalah ibu rumah tangga yang sebagian waktu dan energi kami telah dikapling untuk kepentingan jabatan tersebut.

Menulis (puisi) bagi kami adalah media ekspresi untuk menandai, mengingat dan mempertegas suatu momen atau pengalaman tertentu. Menulis juga menjadi media untuk menumpahkan pertanyaan-pertanyaam retorik, dan sarana berbagi rasa pada sesuatu yang pasif saat kami tidak memerlukan argumentasi terhadap apa yang kami rasakan dan simpulkan. Menulis memberikan ruang untuk bermain saat kami merasa sepi, memberikan sudut untuk sembunyi saat kami jenuh, dan memberikan kesempatan untuk menjadi egois saat kami dilanda pms. Berproses dan bekermbang bersama tulisan kami, adalah motivator kejadian antologi puisi ini, untuk membagi seadanya yang kami miliki, memproses apapun yang kembali kepada kami, dan berkembang bersamanya.

Kami berempat, meskipun mempunyai banyak persamaan juga memiliki perbedaan, dan dua hal ini memberikan warna tersendiri pada proses penerbitan antologi kami, dan mengantarkan pertemanan kami pada tingkatan yang lebih matang. Beginilah kurang lebih ceritanya:

Kami berempat adalah perempuan urban di awal usia 30an dengan status menikah, yang menyukai film, musik dan buku. Kami bekerja pada industri yang berbeda meskipun saling bersinggungan satu sama lain. Kami senang menulis salah satunya menulis puisi, dan kami sama-sama senang mencoba hal-hal baru. Jika ada waktu luang dan ada teman se-ide kami bersemangat untuk mengubah ide jadi kenyataan. Maka ketika kami bertemu terjadilah kesepakatan untuk membukukan puisi-puisi kami menjadi sebuah antologi. Setelah mengumpulkan dan membaca puisi satu per satu, kami senang mendapatkan bahwa kami berempat adalah karakter-karakter yang berbeda, tapi bisa bekerjasama mewujudkan sesuatu dan mencapai sebuah mimpi.

Tahun 2006 adalah tahun besar bagi kami. Banyak peristiwa besar yang kami lalui, dan kami sulap menjadi bensin penggerak motor kebersamaan kami. Bulan September saat buku ini terbit adalah perisitwa gembira yang kerja keras dan nikmatnya kami tanggung bersama (juga kami bagi kepada semua teman yang telah sangat baik membantu kami yang cerewet dan banyak maunya, The Allegra Girls, Arip …etc etc).

Website ini juga berhutang budi pada webmaster dan advisor kami Abang Edwin. Terimakasih Bangwin.