Subject: Lily dan Aan di Utan Kayu Literary Biennale 2009
Utan Kayu Literary Biennale 2009
TRAVERSING (Merandai)
32 Sastrawan dari Dalam dan Luar Negeri
Rabu-Sabtu, 21-24 Oktober 2009
Berikut adalah agenda acara Utan Kayu Literary Biennale 2009:
Rabu, 21 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: “Perempuan: Pahlawan dan Simpanan”
Menampilkan: Dacia Maraini (Italia), Lily Yulianti Farid (Indonesia), Regie Baay (Belanda), Wendoko (Indonesia), Yanusa Nugroho (Indonesia)
21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan “Bantingan Puisi” (Poetry Slam)
Menampilkan: Hudan Hidayat (Indonesia), Iyut Fitra (Indonesia), Musik: Tika and the Dissidents
“Bantingan Puisi” (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo. http://www.facebook.com/l/be468;co.id. Tempat terbatas.
Kamis, 22 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: “Ruang dan Tilas”
Menampilkan: Agus R Sarjono (Indonesia), Alfred Schaffer (Belanda), Bernice Chauly (Malaysia), Gus tf Sakai (Indonesia), M Aan Mansyur (Indonesia), Leila S Chudori (Indonesia) - launch buku kumpulan cerita Leila Chudori terbaru
21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan “Bantingan Puisi” (Poetry Slam)
Menampilkan: Inggit Putria Marga (Indonesia), Jan Cornall (Australia), Ramon Damora (Indonesia), Timur Sinar Suprabana (Indonesia)
“Bantingan Puisi” (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo. http://www.facebook.com/l/be468;co.id. Tempat terbatas.
Jumat, 23 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: “Sejarah dan Ironi”
Menampilkan: A Muttaqin (Indonesia), AS Laksana (Indonesia), Drisana Deborah Jack (St Martin), Handry TM (Indonesia), Vanni Bianconi (Swiss), Warih Wisatsana (Indonesia)
21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan “Bantingan Puisi” (Poetry Slam)
Menampilkan: Ahda Imran (Indonesia), Beno Siang Pamungkas (Indonesia), Zeno Gabaglio (Swiss), Musik: Rampak Bedug Rumah Musik Harry Roesli
“Bantingan Puisi” (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo. http://www.facebook.com/l/be468;co.id. Tempat terbatas.
Sabtu, 24 Oktober 2009
19:00-21:00 wib
di Teater Salihara
Pembacaan dan Diskusi: “Merandai”
Menampilkan: M Iksaka Banu (Indonesia), Moon Chung Hee (Korea), Triyanto Triwikromo (Indonesia), Sapardi Djoko Damono (Indonesia), Sandra Thibodeaux (Australia)
21:00-23:00 wib
di Teater Atap Salihara
Pembacaan, Musik, dan “Bantingan Puisi” (Poetry Slam)
Menampilkan: Jimmy Maruli Alfian (Indonesia), Hasan Aspahani (Indonesia). Musik: Angsa dan Serigala
“Bantingan Puisi” (Poetry Slam): Uji kebolehan Anda sebagai penyair, daftarkan diri Anda segera di riaudita@yahoo. http://www.facebook.com/l/be468;co.id. Tempat terbatas.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Melan di melan@salihara. org, Dita di riaudita@yahoo. http://www.facebook.com/l/be468;co.id, atau kunjungi www.literarybiennal e.orgatau www.salihara. org.
Terbuka untuk umum & GRATIS
Pembukaan: Selasa 20 Oktober 2009 di Kebun Raya Bogor (Khusus peserta dan undangan)
Utan Kayu Literary Biennale mendekati satu dasawarsa. Ini adalah festival kelima yang kami adakan setiap dua tahun. Kali ini, pesta sastra ini mengambil tema Traversing, atau Merandai. Dalam olahraga petualangan, merandai berarti menyusuri bidang tebing secara menyamping atau horisontal. Dalam maknanya yang lain, merandai adalah berpindah dari satu ke lokasi yang lain yang setara, yang tak satu pun di atas atau di bawah yang lain. Lokasi itu bisa apapun—geografi maupun budaya.
Para sastrawan dari negeri dan budaya yang berbeda-beda akan bertukar pengalaman, merandai dari wilayahnya ke wilayah asing, dan dari sastra kepada bentuk seni yang lain, yaitu seni rupa dan musik. Selain pembacaan karya dan diskusi, pilihan karya dari sastrawan peserta festival akan ditafsirkan dalam musik maupun lukisan oleh sejumlah musisi dan perupa. Utan Kayu Literary Biennale kali ini tak hanya perandaian sastra antarwilayah dan antarnegeri, tetapi perandaian inspirasi dari sastra kepada musik dan seni rupa. Inilah festival yang menampilkan pembacaan karya oleh sastrawannya sendiri, dan “tafsir” karya mereka ke dalam musik dan lukisan.
Para sastrawan kita yang terlibat kali ini adalah A Muttaqin, AS Laksana, Aan Mansyur, Agus R Sarjono, Ahda Imran, Alfred Schaffer, Beno Siang Pamungkas, Bernice Chauly, Dacia Maraini, Drisana Deborah Jack, Gus tf Sakai, Handry TM, Hasan Aspahani, Hudan Hidayat, Inggit Putria Marga, Iyut Fitra, Jan Cornall, Jimmy Maruli Alfian, Leila S Chudori, Lily Yulianti Farid, M Iksaka Banu, Moon Chung-Hee, Ramon Damora, Reggie Baay, Sandra Thibodeaux, Sapardi Djoko Damono, Timur Sinar Suprabana, Triyanto Triwikromo, Vanni Bianconi, Warih Wisatsana, Wendoko, dan Yanusa Nugroho.
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai detil program Utan Kayu Literary Biennale 2009, silakan hubungi Melan di melan@salihara. org.
——————–