<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Perempuan Bukan Penyair</title>
	<atom:link href="http://perempuanbukanpenyair.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://perempuanbukanpenyair.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 03:18:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Selamat buat banyaknya antologi perempuan Indonesia</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2010/02/11/selamat-buat-banyaknya-antologi-perempuan-indonesia/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2010/02/11/selamat-buat-banyaknya-antologi-perempuan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 03:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Olin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Dengan ini, tim Perempuan Bukan Penyair mengucapkan selamat, untuk Antologi Perempuan yang baru-baru saja diluncurkan.
Ada Antologi SAUH, Kumpulan puisi dan cerpen 24 perempuan, dari kelompok TINTA WANITA (launch di Indo Chine 1 Februari lalu).
Ada juga MERAH Yang MEREMAH, antologi 10 perempuan dari Facebook. Akan launch di HB Yasin 20 Februari 2010 nanti.
Semoga semakin banyak perempuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan ini, tim Perempuan Bukan Penyair mengucapkan selamat, untuk Antologi Perempuan yang baru-baru saja diluncurkan.<br />
Ada Antologi SAUH, Kumpulan puisi dan cerpen 24 perempuan, dari kelompok TINTA WANITA (launch di Indo Chine 1 Februari lalu).</p>
<p>Ada juga MERAH Yang MEREMAH, antologi 10 perempuan dari Facebook. Akan launch di HB Yasin 20 Februari 2010 nanti.</p>
<p>Semoga semakin banyak perempuan yang bisa hadir dalam sastra Indonesia yang sangat beragam.</p>
<p>Selamat sekali lagi.</p>
<p>Olin</p>
<p>LINK<br />
http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-29909/merah-yang-meremah.html</p>
<p>http://www.facebook.com/photo.php?pid=3378967&amp;id=731312936</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2010/02/11/selamat-buat-banyaknya-antologi-perempuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Baru Olin Monteiro di Menitiangin</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2009/10/18/puisi-baru-olin-monteiro-di-menitiangin/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2009/10/18/puisi-baru-olin-monteiro-di-menitiangin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 10:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Olin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Flash Poetries]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Dear all
Apabila ingin membaca puisi terbaru Olin Monteiro bisa cek di:
http://menitiangin.wordpress.com
Salam puisi
Olin dan PBP
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all</p>
<p>Apabila ingin membaca puisi terbaru Olin Monteiro bisa cek di:<br />
http://menitiangin.wordpress.com</p>
<p>Salam puisi<br />
Olin dan PBP</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2009/10/18/puisi-baru-olin-monteiro-di-menitiangin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dapatkan buku Perempuan Langit ke Timur di Toko Buku Perempuan</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2009/02/20/dapatkan-buku-perempuan-langit-ke-timur-di-toko-buku-perempuan/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2009/02/20/dapatkan-buku-perempuan-langit-ke-timur-di-toko-buku-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 05:59:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Olin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Flash Poetries]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2009/02/20/dapatkan-buku-perempuan-langit-ke-timur-di-toko-buku-perempuan/</guid>
		<description><![CDATA[Rekan semua,
dapatkan buku kumpulan puisi Perempuan Langit ke Timur, by Olin Monteiro di Toko BUku Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan.
Alamat: Jl Tebet Barat Dalam IX A no B-1,
Komplek Kejaksaan
Pas Belakang Gelael
Jakarta 12810
Telpon 83702005
www.jurnalperempuan.com
Atau di toko buku Bengkel Deklamasi (Yos Rizal Manua)
TIM
Jl. Cikini Raya
Jakarta Pusat.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan semua,<br />
dapatkan buku kumpulan puisi Perempuan Langit ke Timur, by Olin Monteiro di Toko BUku Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan.</p>
<p>Alamat: Jl Tebet Barat Dalam IX A no B-1,<br />
Komplek Kejaksaan<br />
Pas Belakang Gelael<br />
Jakarta 12810<br />
Telpon 83702005<br />
www.jurnalperempuan.com</p>
<p>Atau di toko buku Bengkel Deklamasi (Yos Rizal Manua)<br />
TIM<br />
Jl. Cikini Raya<br />
Jakarta Pusat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2009/02/20/dapatkan-buku-perempuan-langit-ke-timur-di-toko-buku-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Coming Soon Perempuan Langit Ke Timur A Poetry Book By Olin Monteiro</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2008/08/30/coming-soon-perempuan-langit-ke-timur-a-poetry-book-by-olin-monteiro/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2008/08/30/coming-soon-perempuan-langit-ke-timur-a-poetry-book-by-olin-monteiro/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 05:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Flash Poetries]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2008/08/30/coming-soon-perempuan-langit-ke-timur-a-poetry-book-by-olin-monteiro/</guid>
		<description><![CDATA[Coming soon in September 2008
Perempuan Langit Ke Timur
By Olin Monteiro
Perempuan Bukan Penyair &#038; Yayasan Jurnal Perempuan
protect me not
: nepenthes gracilis
please hide me under your roof
or not…
nurture me with your hands
or not…
yesterday,
the fire kissed burn down all the bushes
while the chainsaw murdered every shade of the forest
I am dying here, breathing the deadly air
Olin, Cibubur, 10 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Coming soon in September 2008</p>
<p>Perempuan Langit Ke Timur<br />
By Olin Monteiro<br />
Perempuan Bukan Penyair &#038; Yayasan Jurnal Perempuan</p>
<p>protect me not</p>
<p>: nepenthes gracilis</p>
<p>please hide me under your roof<br />
or not…<br />
nurture me with your hands<br />
or not…<br />
yesterday,<br />
the fire kissed burn down all the bushes<br />
while the chainsaw murdered every shade of the forest<br />
I am dying here, breathing the deadly air</p>
<p>Olin, Cibubur, 10 Mei 2007; for the beauty of nepenthes and ageless forest</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p><em>potret pergulatan hidup yang beragam,<br />
pergulatan antara romantisme, optimisme dan juga<br />
kepasrahan (kesinisan)?.  Namun sarat dengan<br />
pemberontakan dan introspeksi yang jujur sekaligus<br />
menantang terutama dalam puisi pendek &#8220;tak usah<br />
sembunyi&#8221; yang sarat makna dan humanis.</em></p>
<p>Samsidar, pelapor khusus isu perempuan di Aceh, Komnas Perempuan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2008/08/30/coming-soon-perempuan-langit-ke-timur-a-poetry-book-by-olin-monteiro/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Biru Hitam Merah Kesumba goes to GRAMEDIA</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/09/25/biru-hitam-merah-kesumba-goes-to-gramedia/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/09/25/biru-hitam-merah-kesumba-goes-to-gramedia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2007 09:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Flash Poetries]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2007/09/25/biru-hitam-merah-kesumba-goes-to-gramedia/</guid>
		<description><![CDATA[Dapatkan Biru Hitam Merah Kesumba
di GRAMEDIA MATRAMAN.
Sekarang&#8230; Biru Hitam Merah Kesumba sudah bisa dibeli di Gramedia Matraman.
Bagi yang belum memiliki copy buku ini harap segera mengunjungi gramedia.
Terimakasih
salam.
Olin, Perempuan Bukan Penyair
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapatkan Biru Hitam Merah Kesumba<br />
di GRAMEDIA MATRAMAN.</p>
<p>Sekarang&#8230; Biru Hitam Merah Kesumba sudah bisa dibeli di Gramedia Matraman.<br />
Bagi yang belum memiliki copy buku ini harap segera mengunjungi gramedia.</p>
<p>Terimakasih</p>
<p>salam.<br />
Olin, Perempuan Bukan Penyair</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/09/25/biru-hitam-merah-kesumba-goes-to-gramedia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENSYUKURI BIRU HITAM MERAH KESUMBA</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/25/mensyukuri-biru-hitam-merah-kesumba/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/25/mensyukuri-biru-hitam-merah-kesumba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 11:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biru Hitam Merah Kesumba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/25/mensyukuri-biru-hitam-merah-kesumba/</guid>
		<description><![CDATA[by Landung Simatupang
Terima kasih untuk kesempatan berbicara ini.
Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan tanggapan pribadi saya selaku pembaca kumpulan puisi Biru Hitam Merah Kesumba, yang berisi sajak-sajak Lulu Ratna, Olin Monteiro, Oppie Andaresta dan Vivian Idris.
Buku kecil kumpulan puisi ini dibuka oleh dua tulisan dari dua nama besar. Yang pertama Iman Budhi Santosa dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>by Landung Simatupang</p>
<p>Terima kasih untuk kesempatan berbicara ini.</p>
<p>Saya akan menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan tanggapan pribadi saya selaku pembaca kumpulan puisi Biru Hitam Merah Kesumba, yang berisi sajak-sajak Lulu Ratna, Olin Monteiro, Oppie Andaresta dan Vivian Idris.</p>
<p>Buku kecil kumpulan puisi ini dibuka oleh dua tulisan dari dua nama besar. Yang pertama Iman Budhi Santosa dan yang kedua Seno Gumira Ajidarma. Agak sulit dibayangkan bahwa orang yang sedikit saja pernah bersinggungan dengan karya sastra –berupa puisi atau prosa – tidak mengenal kedua nama itu. </p>
<p>Dan memang, dua tulisan mereka itu hebat-hebat tenan. Apa yang mereka kemukakan membuat beberapa hal yang semula tak tampak oleh saya – atau tidak saya antisipasi ketika saya bersiap membaca – menjadi muncul. Itu memperkaya saya dalam merenungkan dan menjalin komunikasi dengan sajak-sajak ini.<br />
Tak hanya itu, tulisan keduanya – terutama Seno, yang juga seorang penyair yang kuat menurut saya – bikin saya agak lebih canggih dalam menghadapi kemunculan kumpulan puisi ini sebagai fenomen sosial. Sedangkan tulisan Iman Budhi Santosa di sana-sini membuat saya terperangah menyadari kecupetan, kepicikan saya sendiri dalam membaca dan berusaha berkomunikasi dengan sajak. Misalnya ketika ia membicarakan sajak Vivian Idris yang bertajuk Nimas.</p>
<p>Setelah pengantar dari Seno, dicantumkan pula di bagian depan buku ini email dari penyunting buku kumpulan sajak ini, Mariana Ariesetyawati. </p>
<p>Menyusul, sajak-sajaknya sendiri. Secara kurang lazim, sajak-sajak di kumpulan ini tak dikelompok-kelompokkan menurut siapa penulisnya. Ada empat bagian yang masing-masing diberi judul warna, yaitu Biru, Hitam, Merah, dan Kesumba. Warna-warna tersebut diupayakan muncul dan berbicara di halaman ilustrasi yang mengawali setiap bagian. Ini menarik. (Meskipun antara merah dan kesumba perbedaan begitu tipisnya sehingga – setidaknya untuk mata saya yang menua – sulit ‘terbaca’).</p>
<p>Bagaimana tentang sajak-sajaknya sendiri?</p>
<p>Di tempat pertama, sajak, khususnya kumpulan sajak, selalu cenderung mengharukan untuk saya. Mungkin ini karena saya sendiri kadang-kadang nulis sajak juga, yang bagi saya hampir selalu berarti keberanian untuk berhadapan dengan diri sendiri, dengan pikiran-pikiran dan perasaan yang selalu belum selesai. Dan ternyata pikiran-pikiran, perasaan-perasaan itu tidak juga bisa ditipu-tipu seolah tak ada, atau dilarut-larutkan dalam kesibukan sehari-hari, dalam rame-rame pergaulan dengan teman-teman dekat, dan bahkan dengan pergaulan intim dengan pasangan. Saya tetap diri saya sendiri yang berhadap-hadapan dengan diri sendiri. </p>
<p>Sebagian besar dari sajak-sajak dalam kumpulan ini saya kira terpantik dari momen demikian: momen ketika entah karena sebab apa – mungkin sangat remeh – pendaman-pendaman itu menyodok-nyodok, minta keluar, meminta wujud yang berupa bahasa, kata-kata yang lebih terpilih, tertimbang, daripada yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dan ‘bahan yang sudah terperam’ itu diungkapkan secara langsung, sehingga yang muncul memang bukan terutama cerita melainkan pernyataan-pernyataan sugestif tentang suasana pikir-dan-rasa pada momen tertentu.</p>
<p>Tapi pada sajak-sajak Oppie Andaresta saya lihat hal berbeda. Di antara berempat ini, Oppie adalah yang paling suka bercerita tentang orang lain, bukan dirinya sendiri. Tentang ibu yang salehah, tentang tenaga kerja wanita, tentang penjual lontong sayur, misalnya. Jadi, selain meneriakkan atau membisikkan diri sendiri, dia meneriakkan atau membisikkan orang-orang lain di sekitarnya secara lebih tegas ketimbang yang dilakukan ketiga temannya di kumpulan sajak ini. </p>
<p>Tapi dalam sajak-sajak demikian tentu dia ‘meledakkan’ dirinya juga. Tentu sudah bertumpuk-tumpuk bahan peledak itu dalam dirinya ketika melihat kepincangan sosial, kekejaman perlakuan terhadap pekerja perempuan, dan lain-lain. Kemudian, pada suatu momen terpantiklah itu, entah oleh apa. (Dia bisa menceritakannya sendiri nanti, kalau mau). Jadi yang kita hadapi dalam sajak-sajaknya tetap Oppie. Oppie yang bersaksi tentang kehidupan di luar dirinya. Sekaligus bersaksi bahwa personalnya ternyata tidak terpisahkan dengan ‘yang terjadi di luar diri’ itu. Artinya, dia bersaksi – meski secara tersirat bahwa dia – seperti masing-masing dari kita – harus berani berhadapan dengan diri sendiri dalam menghadapi dan menentukan sikap terhadap fenomena sosial – yang menyangkut keperempuanan maupun tidak – di sekitar. Dan jangan lupa, memilih tidak menggubris pun adalah sebuah sikap.</p>
<p>Bahwa keempat perempuan yang tinggal di Jakarta ini masih melakukan refleksi pribadi di sela kesibukan mereka di luar dan di dalam rumah, sungguh suatu hal yang membesarkan hati. Dan yang lebih membesarkan hati adalah bahwa mereka menerbitkan kumpulan puisi ini sebagai salah satu wujud dari refleksi itu. Bolehlah kita memberanikan diri menduga bahwa banyak perempuan lain melakukan hal serupa. Tetapi yang saya kira sangat penting juga ialah mempublikasikan ‘kesaksian-kesaksian’ mereka tentang hal itu, antara lain dengan penerbitan semacam ini. Jika itu makin banyak muncul, setidaknya ada dukungan untuk menghidupkan optimisme kita bersama.</p>
<p>Dengan membayangkan bahwa ibu-ibu suka berefleksi seperti mereka berempat ini, berani mendudah dan mempertanyakan hal-hal mendasar tentang kehidupan personal maupun sosial mereka, dan berani – bahkan bergairah – mengungkapkannya, generasi yang mereka turunkan semoga terbimbing pula menjadi kritis, kreatif dan – tak kalah penting – punya integritas!</p>
<p>Selamat!</p>
<p>landung simatupang<br />
31 Maret 07 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/25/mensyukuri-biru-hitam-merah-kesumba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Baru Olin di www.tabloidapakabar.com</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/16/puisi-baru-olin-di-wwwtabloidapakabarcom/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/16/puisi-baru-olin-di-wwwtabloidapakabarcom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2007 03:54:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Flash Poetries]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/16/puisi-baru-olin-di-wwwtabloidapakabarcom/</guid>
		<description><![CDATA[Home » Berita » Edisi-4 Th.2
Fr, 27.04.2007 - 07:29
Pojok Victory: Edisi-4 Th.2
 www.tabloidapakabar.com
PUISI
Olin Monteiro
kartini, bukan sekadar
: dear kartini
bukan sekadar konde atau kebaya
di hari yang menuntut keberadaan perempuan
di antara cengkeraman iklan komestik
harga dirinya setara produk
bukan sekadar ingin pandai
puluhan anak berjejer di terasnya
menggapai cita menjadi pintar
kartini tersenyum membelai perutnya
bukan hanya menjadi ibu
berjuang sembilan bulan menjaga janin
mahalnya harga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Home » Berita » Edisi-4 Th.2</p>
<p>Fr, 27.04.2007 - 07:29<br />
Pojok Victory: Edisi-4 Th.2<br />
 www.tabloidapakabar.com</p>
<p>PUISI</p>
<p>Olin Monteiro</p>
<p>kartini, bukan sekadar<br />
: dear kartini</p>
<p>bukan sekadar konde atau kebaya<br />
di hari yang menuntut keberadaan perempuan<br />
di antara cengkeraman iklan komestik<br />
harga dirinya setara produk<br />
bukan sekadar ingin pandai<br />
puluhan anak berjejer di terasnya<br />
menggapai cita menjadi pintar<br />
kartini tersenyum membelai perutnya<br />
bukan hanya menjadi ibu<br />
berjuang sembilan bulan menjaga janin<br />
mahalnya harga sepotong nyawa<br />
kartini pergi bagi sang bayi<br />
bukan hanya sekadar 21 april<br />
ketika perempuan mulai bicara<br />
bagi perbaikan suatu negeri<br />
bukan sekadar mengenang kartini<br />
selamat ulang tahun Ibunda Kartini, terima kasih atas inspirasinya</p>
<p>20 April 2007</p>
<p>Perempuan</p>
<p>ketika rambutnya tersibak bagai lambaian nyiur<br />
irama nan megah turun dari langit kekuasaan<br />
ketika sinar matanya menyapu ruangan<br />
nada berbisik memenuhi atmosfer bumi<br />
… dari rahimnya bermula kehidupan<br />
… dari dadanya tercukupi dahaga<br />
… dari sentuhannya lengkap perasaannya<br />
… dari cintanya jiwa pun runtuh<br />
ketika pagi hujan pujian menyambut harinya<br />
ketika siang hujan tuntutan menghantam di pintu<br />
ketika sore hujan harapan membabi buta<br />
ketika malam hujan lupa membungkus sepi<br />
… dia membawa hidup<br />
… dia dilupakan kehidupan</p>
<p>olin, untuk hari perempuan, interpretasi lagu Woman - John Lennon,<br />
8 Maret 2007</p>
<p>Carolina Monteiro (Olin) lahir 1971 di Jakarta. Ibu dua anak. Mulai menulis sejak SMP. Pernah bekerja dengan SET Filmworkshop membantu pembuatan film dokumenter dan film layar lebar. Sempat bekerja di berbagai LSM Perempuan dan international organizations di Jakarta dan NTT. Peneliti dan konsultan paruh waktu untuk isu pembangunan sosial dan gender. Kini bekerja di GEF SGP Indonesia dan volunteer di RAGAM Jakarta. </p>
<p>diambil dari www.tabloidapakabar.com<br />
Kolom: Pojok Victory </p>
<p>Posted in News | No </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/05/16/puisi-baru-olin-di-wwwtabloidapakabarcom/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lulu Ratna, Olin Monteiro Baca Puisi di Rumah Kata dan UlangTahun BUMA 28 April 2007</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/23/lulu-ratna-olin-monteiro-baca-puisi-di-rumah-kata-dan-ulangtahun-buma-28-april-2007/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/23/lulu-ratna-olin-monteiro-baca-puisi-di-rumah-kata-dan-ulangtahun-buma-28-april-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 06:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biru Hitam Merah Kesumba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/23/lulu-ratna-olin-monteiro-baca-puisi-di-rumah-kata-dan-ulangtahun-buma-28-april-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Dear all,
Rencananya, 28 April 2007, jam 20.00, Lulu Ratna, Olin Monteiro, dibantu Feby Indirani (novelis) dan Indah Survyana (penyair muda BUMA), akan menjadi salah satu peserta dan ikutan membaca beberapa puisi berkaitan dengan tema Rumah, diacara peluncuran RUMAH KATA dan ulangtahun milis BUNGA MATAHARI. Kegiatan akan dilakukan di West Pacific, Gedung Jaya, Thamrin.
Puisi dari buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all,</p>
<p>Rencananya, 28 April 2007, jam 20.00, Lulu Ratna, Olin Monteiro, dibantu Feby Indirani (novelis) dan Indah Survyana (penyair muda BUMA), akan menjadi salah satu peserta dan ikutan membaca beberapa puisi berkaitan dengan tema Rumah, diacara peluncuran RUMAH KATA dan ulangtahun milis BUNGA MATAHARI. Kegiatan akan dilakukan di West Pacific, Gedung Jaya, Thamrin.</p>
<p>Puisi dari buku BIRU HITAM MERAH KESUMBA juga akan di ilustrasikan dan dipamerkan oleh Injun dan teman-temannya sebagai bagian dari RUMAH KATA (kegiatan perdana) - dan BUNGA MATAHARI. Rencananya ilustrasi puisi ini akan dibukukan secara independen.</p>
<p>Gabunglah ke milis bungamatahari@yahoogroups.com atau lihat ke www.bungamatahari.org</p>
<p>Sampai bertemu di sana.</p>
<p>PBP</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/23/lulu-ratna-olin-monteiro-baca-puisi-di-rumah-kata-dan-ulangtahun-buma-28-april-2007/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi BHMK di YOGYAKARTA 31 Maret 2007, KINOKI</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/03/diskusi-bhmk-di-yogyakarta-31-maret-2007-kinoki/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/03/diskusi-bhmk-di-yogyakarta-31-maret-2007-kinoki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Apr 2007 03:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biru Hitam Merah Kesumba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/03/diskusi-bhmk-di-yogyakarta-31-maret-2007-kinoki/</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta si kota budaya dan kota pelajar. Apakah betul? 
31 Maret 2007, kami kelompok perempuan bukan penyair, menyelenggarakan diskusi buku BIRU HITAM MERAH KESUMBA dan kumpul-kumpul dengan kawan di Yogyakarta. Acara di gelar di KINOKI Yogya (bukan bioskop bukan coffeeshop) dan di organize oleh ibu Sarie, Event Organizer kami dariKomunitas Gayam yang manis dan sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta si kota budaya dan kota pelajar. Apakah betul? </p>
<p>31 Maret 2007, kami kelompok perempuan bukan penyair, menyelenggarakan diskusi buku BIRU HITAM MERAH KESUMBA dan kumpul-kumpul dengan kawan di Yogyakarta. Acara di gelar di KINOKI Yogya (bukan bioskop bukan coffeeshop) dan di organize oleh ibu Sarie, Event Organizer kami dariKomunitas Gayam yang manis dan sangat baik hati. Bahkan saya dan Lulu dijemput di stasiun kereta oleh LO kami yang manis bernama Fe (aduh Fe kamu jangan ke Jakarta ya&#8230; banyak buaya!!!).</p>
<p>Acara di pandu oleh Rachel (putri dari Rendra) yang ternyata ceria lucu menggemaskan total dan di moderatori oleh Elida dari Kinoki si tomboy funky yang jago nyanyi. Pembukaan dibacakan beberapa puisi oleh Ibu Anggi, komunitas gay dan PSK dan seorang model jelita dari Yogya (aduh maap sudah lupa deh namanya). Sarie&#8230; bantuin dong.</p>
<p>Mas Landung membuka dengan sedikit pembahasan pendapat beliau soal buku. Saya cukup kaget karena mas Landung juga membahas para penulis kata pengantar di situ. Anyway, diskusi ternyata agak kurang cair dan respond dari penanya sangat sedikit. Sayang sekali. Untungnya Elida si manis berhasil menghidupkan keadaan dengan pertanyaan dan juga pancingan yang memikat diskusi lebih lanjutnya. Bahkan mas TS Pinang penyair apsas juga lagi kalem dan suaranya hilang (ada mba di sebelahnya jadi beliau agak kalem ehemm). Mana nih para budayawan dan pelajar yang biasanya heboh.</p>
<p>Diskusi buku kurang sip, tanpa pembacaan puisi. Lengkap dengan musik perkusi yang keren dari Komunitas Omah Panggung dan Jembe Merdeka, para pembaca beraksi, mulai dari Ibu Anggi darI Karta Pustaka, Komunitas Gay dan PSK, komunitas waria, mas Didi Nini Thowok yang di dakwa nyinden plus menari dg trance dan seru. Lalu ada Titarubi sahabat olin yang perupa tapi mendadak jadi penyair, Naomi Srikandi (adik Rachel), Elida Kinoki si penyanyi blues, mas LAndung (tentu saja), Marzuki si rapper Yogya dan seorang cowok lucu yang baca puisi dari balik tiker (malu ya mas).</p>
<p>Terimakasih buat mba Sarie, Fe, Thomas, Elida, Fani Kinoki, mas Landung, Mas Didik, komunitas yang telah membantu kami dan kegiatan ini di Yogya. Ayo YOGYA&#8230; semangat dong&#8230; jangan lemot hehehe.</p>
<p>Olin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/04/03/diskusi-bhmk-di-yogyakarta-31-maret-2007-kinoki/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Yogyakarta Here We Come!!!</title>
		<link>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/03/27/yogyakarta-here-we-come/</link>
		<comments>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/03/27/yogyakarta-here-we-come/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2007 02:44:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Flash Poetries]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perempuanbukanpenyair.net/2007/03/27/yogyakarta-here-we-come/</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan&#8230;
Kami mengundang anda menghadiri, ngobrol ringan tentang buku:
BIRU HITAM MERAH KESUMBA
kumpulan Puisi Perempuan Bukan Penyair
karya: Lulu Ratna, Vivian Idris, Oppie Andaresta dan Olin Monteiro
(Komunitas Perempuan Bukan Penyair)
KINOKI, Jalan Suroto 20, Yogyakarta
Sabtu, 31 Maret 2007
Jam 15.00 - 18.00 WIB
Pembacaan Puisi oleh:
Komunitas Omah Panggung &#038; Jembe Merdeka, Didik Nini Thowok, Titarubi &#038; Naomi Srikandi, Anggi Minarni, Oppie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan-rekan&#8230;</p>
<p>Kami mengundang anda menghadiri, ngobrol ringan tentang buku:<br />
<strong>BIRU HITAM MERAH KESUMBA</strong><br />
<em>kumpulan Puisi Perempuan Bukan Penyair</em></p>
<p>karya: Lulu Ratna, Vivian Idris, Oppie Andaresta dan Olin Monteiro<br />
(Komunitas Perempuan Bukan Penyair)</p>
<p>KINOKI, Jalan Suroto 20, Yogyakarta<br />
Sabtu, 31 Maret 2007<br />
Jam 15.00 - 18.00 WIB</p>
<p>Pembacaan Puisi oleh:<br />
Komunitas Omah Panggung &#038; Jembe Merdeka, Didik Nini Thowok, Titarubi &#038; Naomi Srikandi, Anggi Minarni, Oppie dan kawan-kawan dll.</p>
<p>Pembahasan puisi oleh: Landung Simatupang dan Penulis buku BIRU HITAM MERAH KESUMBA.</p>
<p><strong>Dapatkan doorprize buku terbatas bagi para peserta diskusi!</strong> </p>
<p>Salam,<br />
Sarie<br />
(even organizer)<br />
hubungi: nonasarie@yahoo.com<br />
perempuan_bukan_penyair@yahoo.co.id<br />
www.perempuanbukanpenyair.net<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>AWAS </strong></p>
<p>hari ini aku adalah panah yang lepas</p>
<p>menerabas jalan-jalan kota</p>
<p>menerbangkan debu-debu jalan</p>
<p>mengacaukan tenang daun-daun</p>
<p>menyambar api yang kusematkan di rambut-rambut kota</p>
<p>menari diiringi lagu kebangsaan</p>
<p>tuhan, bapak, ibu</p>
<p>-aku ingin membangkang</p>
<p><em>Vivian, Oktober 98</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perempuanbukanpenyair.net/2007/03/27/yogyakarta-here-we-come/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
