Diam dalam pagi
air mata itu tak lagi mengalir
walaupun sakit perih menyiksa pagi
rumput rebah basah di tanah
terpaku di haribaan bunga
waktu terdiam dalam pusaran hati
melintasi pagi sunyi dalam keramaian
dalam jurang bathin yang tertikam
di hari kasih terkutuk
semua diam dalam pagi
menuju jakarta, 15 Feb 2007
hmmm. Mengapa begitu pahit hidup yang kau tempuh? Olin, mungkin suatu pagi kau akan menemukan sekuntum mawar tumbuh di sela batu kapur. Olin, selamat berkarya!
Comment by soni farid maulana — August 19, 2007 @ 4:33 pm