Di sini kita, Di mana?

Di sini kita, di mana?
Mau ke mana kita, entah mau ke mana..
Aku saja sudah berubah jadi nenek sihir, selalu di tengah ke atas
Mata hampir tak pernah redup, sekujur tubuh tak bersandar dan otak penuh dengan kotoran
Mau ke mana kita, ke mana menuju…
Pesta telah usai, kembali ke rumah kita.
Rumah yang tak berdinding, tak berlantai, tak beratap.
Atau memang kita tak harus pulang… kamu tak harus pulang…
Banyak teman yang separuh hidupnya terjaga.
Ganja, koka, alkohol, ekstasi dan malam-malam party
Maka singgahlah kamu, bicara berjam-jam dengan suara keras-keras,
Dan terlepaslah aku, aku melepas diri
Ini bukan rumahku, di mana rumahku?
Kamu tak harus pulang, kamu tak pernah pulang.
Aku tak harus pulang, aku harus pulang
Aku cuma perlu sendiri, aku perlu masuk dan berteman dengan jiwaku lagi
Aku perlu kontemplasi, aku pulang ke rumah jiwaku…
Mau ke mana kita… mau kaubawa ke mana aku, mau kubawa ke mana kamu?
Aku juga butuh bersandar sejenak, aku ingin menjadi lemah, menjadi sederhana.
Aku ingin ada yang menjagaku, membasuh lagi jiwaku.
Mari singgahlah di rumah jiwaku, diam sejenak dan bertemanlah kita.
Aahh… mau ke mana kita…

oppie, puri, 13 agustus 2003
Dari buku: BIRU HITAM MERAH KESUMBA